Pengertian IP Address adalah bilangan biner yang secara unik
mengidentifikasi komputer dan perangkat lain pada TCP / IP network. Terdapat
dua jenis Ip address yaitu ip address private yang digunakan pada jaringan area
lokal (LAN) dan ip address publik yang digunakan di Internet.
IP Address merupakan alat yang digunakan agar paket data dapat mencapai
tujuan. Di dalam Jaringan, pengiriman suatu paket data membutuhkan alamat
sebagai identitas suatu data akan dikirimkan (Destination Address) dan berasal
(Source Address).
Agar unik setiap computer yang terkoneksi ke Internet diberi alamat yang
berbeda. Alamat ini supaya seragam seluruh dunia maka pemberian alamat IP
address diseluruh dunia diberikan oleh badan internasional Internet Assigned
Number Authority (IANA), dimana IANA hanya memberikan IP address Network ID nya
saja sedangkan host ID diatur oleh pemilik IP address tersebut.
Fungsi IP Address adalah seperti alamat rumah kita. Misalkan
kita membeli suatu barang dan menginginkan agar barang tersebut dapat
dikirimkan ke rumah kita, maka penjual barang atau perusahaan jasa pengiriman
perlu mengetahui alamat rumah kita. Jika penjual barang atau perusahaan jasa
pengiriman tidak mengetahui alamat rumah kita, maka bisa dipastikan barang
tersebut tidak akan pernah sampai ke tujuan. Dengan demikian bisa disimpulkan
bahwa alamat rumah sangat penting peranannya sama halnya dengan IP address yang
sangat berperan penting dalam berkomunikasi di dunia maya / internet.
Sejarah IP ADDRESS
1969 – 1989
IMP (Interface Message Processor)
Adalah generasi pertama dari gateway yang saat ini
dikenal sebagai router. Digunakan untuk interkoneksi peserta ke ARPANET (Advanced
Research Project Agency Network) dari akhir 1960-an hingga 1989. Bisa
dikatakan sebagai nenek moyang dari IP address, yang terdokumentasi dengan nama
RFC 1 (request for command). Berkapasitas 5 Bit address. Ada sebuah
varian dari IMP yang disebut TIP yang menghubungkan terminal dan bukan untuk
jaringankcomputer. IMP digunakan di pusat ARPANET sampai akhirnya dihentikan 20
tahun kemudian tepatnya pada tahun 1989.
1977 – 1979
Bagaimana
dengan IPv1, IPv2, IPv3?
Dalam
RFC 791 IP didefinisikan versi pertama yang digunakan sebagai Internet
Protocol. RFC adalah sebuah memorandum yang diterbitkan oleh Internet
Engineering Task Force (IETF) menjelaskan tentang metode, perilaku, penelitian,
atau inovasi berlaku untuk kerja dari Internet dan system yang terhubung di
Internet. Dan ternyata bukan versi 1 tapi versi 4!!, ini tentu saja mengartikan
bahwa pada dasarnya protocol ini ada versi sebelumnya. Terlepas dari
benar-benar ada atau tidaknya, IP dibuat saat fungsi-fungsinya terbagi dari TCP
versi sebelumnya yang dikombinasikan antara fungsi TCP dan Fungsi IP. TCP
berkembang melalui tiga versi sebelumnya dan terbagi dari TCP dan IP untuk
versi keempat. Versi nomor 4 itu diaplikasikan untuk TCP maupun IP untuk
konsistensinya. Meskipun dari namanya mengisyaratkan versi sebelumnya, namun IP
versi 4 adalah yang pertama digunakan secara meluas pada TCP/IP yang modern.
1981 – sekarang
IPv4
Sebuah
jenis pengalamatan jaringan yang digunakan dalam protocol jaringan TCP/IP untuk
komunikasi antar node-nya, format alamat dalam Internet dinyatakan dalam nomor
32-bit (RFC1166) dan dibagi atas 4 kelompok dan setiap kelompoknya terdiri dari
8-bit atau octet, yang sekarang dinamakan Internet Protocol versi 4 yang masih
digunakan sampai hari ini.
IPv5
Apa
yang terjadi dengan IPv5? Jawabannya adalah tidak ada. sengaja dilewati untuk
menghindari kebingungan. Masalah dengan versi 5 berhubungan dengan protokol TCP
/ IP eksperimental yang disebut Internet Protocol Streaming, yang awalnya
didefinisikan dalam RFC 1190, Protokol ini bukanlah versi kelanjutan dari IPv4
melainkan dibuat sebagai pelengkap IP untuk membawa traffic percakapan suara
dan konferensi dengan garansi delay dan bandwidth. Saya tidak mendapatkan
informasi yang pasti untuk tahun awal dikembangkan, namun kalau mengacu dari
RFC1190 itu adalah tahun 1990.
1995 – sekarang dan dimasa yang akan datang
IPv6
Seiring
dengan pertumbuhan Internet yang sangat pesat di seluruh dunia yang menyebabkan
IPv4 dengan format 32-bit tidak bisa lagi menampung kebutuhan pengalamatan
internet setelah jangka 20 tahun kedepan. Dari hasil riset dan
perhitungan pakar IETF menyebutkan dengan hanya 32-bit format address hanya
bisa menampung kurang lebih 4 milliar host di dunia ini. Pada tahun 1992 IETF
selaku komunitas terbuka Internet membuka diskusi untuk mengatasi masalah ini
dengan mencari format IP generasi selanjutnya setelah IPv4, setelah
pembahasan yang panjang, baru pada tahun 1995 ditetapkan melalui RFC2460 IPv6
sebagai IP generasi berikutnya (Next generation yang biasa disebut IPng) yang
dapat menampung sekitar 340 milliar trilliun bahkan lebih host address, bisa
diibaratkan bila semua manusia di dunia ini membutuhkan IP maka IPv6 itu juga
belum akan habis (lebay sedikit J). Pengembangan IPv6 ini sudah dilakukan
banyak pihak diseluruh dunia seperti Internet Service Provider, Internet
Exchange Point, militer, dan Universitas.
Di
Indonesia sendiri sudah dialokasikan 17 prefix IPv6 untuk berbagai organisasi,
mobile operator, IXP, dan ISP. Berdasarkan statistic dari badan pengembangan
dan penyedia tunnel broker SixXS (www.sixxs.net)
hingga saat ini yang aktif hanya 7 prefix dari 7 ISP (indo.net, Indosatnet
serta CBN, pesatNET, dll).
Subnet Mask, Gateway, dan DNS
SUBNET MASK adalah istilah teknologi
informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang
digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID,menunjukkan letak suatu
host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
RFC 950
mendefinisikan penggunaan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai
sebuahaddress mask sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan
network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit
subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut:
* Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1.
* Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0.
Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.
* Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1.
* Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0.
Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.
GATEWAY adalah komputer yang memiliki minimal 2 buah
network interface untukmenghubungkan 2 buah jaringan atau lebih. Di
Internet suatu alamat bisa ditempuh lewatgateway-gateway yang memberikan
jalan/rute ke arah mana yang harus dilalui supaya paket data sampai ke
tujuan. Kebanyakan gateway menjalankan routing daemon (program yang
meng-update secara dinamis tabel routing). Karena itu gateway juga
biasanya berfungsi sebagai router. Gateway/router bias berbentuk Router
box seperti yang di produksi Cisco, 3COM, dll atau bias juga berupa
komputer yang menjalankan Network Operating System plus routing daemon.
Misalkan PC yang dipasang Unix FreeBSD dan menjalankan program Routed atau
Gated. Namun dalam pemakaian Natd, routing daemon tidak perlu
dijalankan, jadi cukup dipasang gateway saja. Karena gateway/router
mengatur lalu lintas paket data antar jaringan, maka di dalamnya bisa
dipasangi mekanisme pembatasan atau pengamanan (filtering) paket-paket
data. Mekanisme ini disebut Firewall. Sebenarnya Firewall adalah
suatu program yang dijalankan di gateway/router yang bertugas memeriksa
setiap paket data yang lewat kemudianmembandingkannya dengan rule yang
diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket datatersebut boleh
diteruskan atau ditolak. Tujuan dasarnya adalah sebagai security yang
melindungi jaringan internal dari ancaman dari luar.
DNS (Domain Name System) adalah distribute database
system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution)
di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control protocol/Internet
Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yangterhubung ke Internet seperti
web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer
ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di
implementasikan ke private DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku
telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name
(nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum,
setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang
lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS
server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP
address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan
komputer anda dengan komputer lainnya.
IP Address dibagi menjadi 2 bagian yaitu Network ID dan Host ID.
Network ID yang akan menentukan alamat dalam jaringan (network address), sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara satu mesin dengan mesin lainnya. Ibaratkan Network ID Nomor jalan dan alamat jalan sedangkan Host ID adalah nomor rumahnya
IP address dibagi menjadi kelas yaitu ;
Network ID yang akan menentukan alamat dalam jaringan (network address), sedangkan Host ID menentukan alamat dari peralatan jaringan yang sifatnya unik untuk membedakan antara satu mesin dengan mesin lainnya. Ibaratkan Network ID Nomor jalan dan alamat jalan sedangkan Host ID adalah nomor rumahnya
IP address dibagi menjadi kelas yaitu ;
1. Kelas A (
1-126)
2. Kelas B (
128 – 192)
3. Kelas C (
192 – 223)
4. Kelas D
(224 – 239)
5. Kelas E
(240 – 255)
IP Address
Private & Public
Jumlah IP
Address sangat terbatas, apalagi jika harus memberikan alamat semua host di
Jaringan
Local Area Network (LAN).
Sehingga
perlu dilakukan efisiensi dalam penggunaan IP Address. Konsep subnetting
IP
Address
merupakan teknik yang umum digunakan di Jaringan Internet untuk efisiensi
alokasi IP
Address dalam
sebuah jaringan.
Selain Konsep
Subnetting, cara lain adalah dengan mengalokasikan beberapa IP Address
khusus yang
digunakan untuk lingkungan LAN dikenal dengan IP Private. Sedangkan IP
Address yang
dapat dikenal di Internet dikenal dengan IP Public.
IP Private
antara lain adalah :
1.
Class A: 10.0.0.0/8
2.
Class B: 172.16.0.0/16 s/d 172.31.0.0/15
3.
Class C: 192.168.0.0/24 s/d 192.168.255.0/24
PENGHITUNGAN SUBNETTING
Pada
hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat
masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host-
Broadcast. Penulisan IP address umumnya adalah dengan
192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya?
Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok
bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask
diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah:
11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut
dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali
tahun 1992 oleh IEFT.
|
|
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya
semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet,
jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang
valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
1.
Jumlah Subnet = 2x, dimana x
adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir
untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 =
4 subnet
2.
Jumlah Host per Subnet = 2y - 2,
dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet
terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 - 2 = 62
host
3.
Blok Subnet = 256 - 192 (nilai oktet
terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan
128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128,
192.
4.
Bagaimana dengan alamat host dan
broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai
catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1
angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet
|
192.168.1.0
|
192.168.1.64
|
192.168.1.128
|
192.168.1.192
|
Host
Pertama
|
192.168.1.1
|
192.168.1.65
|
192.168.1.129
|
192.168.1.193
|
Host
Terakhir
|
192.168.1.62
|
192.168.1.126
|
192.168.1.190
|
192.168.1.254
|
Broadcast
|
192.168.1.63
|
192.168.1.127
|
192.168.1.191
|
192.168.1.255
|
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
|
|
Ok, kita coba dua
soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang
menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network
address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
1.
Jumlah Subnet = 2x, dimana x
adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 =
4 subnet
2.
Jumlah Host per Subnet = 2y - 2,
dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet
terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 - 2 = 16.382
host
3.
Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet
berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya
adalah 0, 64, 128, 192.
4.
Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
|
172.16.0.0
|
172.16.64.0
|
172.16.128.0
|
172.16.192.0
|
Host
Pertama
|
172.16.0.1
|
172.16.64.1
|
172.16.128.1
|
172.16.192.1
|
Host
Terakhir
|
172.16.63.254
|
172.16.127.254
|
172.16.191.254
|
172.16.255.254
|
Broadcast
|
172.16.63.255
|
172.16.127.255
|
172.16.191.255
|
172.16..255.255
|
Berikutnya kita
coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR
/25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
1.
Jumlah Subnet = 29 = 512
subnet
2.
Jumlah Host per Subnet = 27 - 2 =
126 host
3.
Blok Subnet = 256 - 128 = 128. Jadi
lengkapnya adalah (0, 128)
4.
Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
|
172.16.0.0
|
172.16.0.128
|
172.16.1.0
|
…
|
172.16.255.128
|
Host
Pertama
|
172.16.0.1
|
172.16.0.129
|
172.16.1.1
|
…
|
172.16.255.129
|
Host
Terakhir
|
172.16.0.126
|
172.16.0.254
|
172.16.1.126
|
…
|
172.16.255.254
|
Broadcast
|
172.16.0.127
|
172.16.0.255
|
172.16.1.127
|
…
|
172.16.255.255
|
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
1.
Jumlah Subnet = 28 = 256
subnet
2.
Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 =
65534 host
3.
Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet
lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
4.
Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
|
10.0.0.0
|
10.1.0.0
|
…
|
10.254.0.0
|
10.255.0.0
|
Host
Pertama
|
10.0.0.1
|
10.1.0.1
|
…
|
10.254.0.1
|
10.255.0.1
|
Host
Terakhir
|
10.0.255.254
|
10.1.255.254
|
…
|
10.254.255.254
|
10.255.255.254
|
Broadcast
|
10.0.255.255
|
10.1.255.255
|
…
|
10.254.255.255
|
10.255.255.255
|
Catatan: Semua
penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP
Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan
juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP
Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di
kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga
mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih
menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x - 2
Konsep
Subnetting
Tujuan
Subnetting:
·
Menghemat penggunaan IP Public.
·
Mengurangi tingkat kongesti (kemacetan) komunikasi
data didalam Jaringan.
·
Mengatasi perbedaan hardware dan media fisik yang
digunakan dalam suatu network.
·
Memecah Broadcast Domain.
Proses
subnetting adalah “memindahkan”
atau menggeser garis pemisah antara bagian network dan bagian host dari suatu IP
Address.
Beberapa bit
dari bagian host-ID dialokasikan menjadi bit tambahan pada bagian network-ID.
Network
Address pada satu Jaringan Tunggal dipecah menjadi beberapa subnetwork.
Proses Subnetting
dapat membuat sejumlah network tambahan dengan mengurangi jumlah
maksimum host
yang ada dalam tiap network tersebut.
http://pacarita.com/pengertian-dan-fungsi-ip-address-pada-jaringan-komputer-dan-internet.html
http://indonesiakudanteknik.blogspot.com/2013/07/sejarah-ip-address-dan-fungsi-ip-address.html
http://rikioctaviafitri.blogspot.com/2013/09/cara-menghitung-ip-address-dan-subnet.html

Sip
BalasHapusCari Tiket Pesawat Murah?,Booking di sell tiket aja!
BalasHapusDapatkan segera hanya di SELL TIKET.com tiket termurah. Klik disini:
selltiket.com
Booking langsung tanpa antri..
CEPAT,….TEPAT,….DAN HARGA Di Jamin Murah!!!
Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??
Yang memiliki potensi penghasilan tanpa batas.
Bergabung segera di agen.selltiket.com
INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI :
No handphone : 085363402103
PIN : D364EDCB